MERAWAT SOFT LENS SAMA DENGAN MERAWAT MATA

Lensa kontak dibedakan menjadi hardlens dan softlens. Sebelum diciptakan softlens, hardlens lebih dahulu diciptakan untuk seseorang yang memiliki penyakit mata minus tinggi. Hardlens dibuat lebih tebal, lebih kecil, berbahan silikon, dan lebih keras. Namun masa pemakaiannya lebih lama yaitu sekitar enam bulan sampai satu tahun. Beda halnya dengan sost lens yang sedang marak digunakan masyarakat terlebih remaja wanita. Softlens berbahan lebih lunak karena sebagian besar dari air, masa pemakainanya lebih pendek sekitar dua minggu sampai satu bulan, dan setiap hari wajib dilepas. Menurut Pemimpin Umum Optik Melawai Mal Serang Usep Sutejo, seriring perkembangan zaman, softlens menjadi lebih bervariatif penggunaannya,sehingga dibagi menjadi dua pengelompokan. Yaitu untuk fasion, artinya hanya sekadar untuk kecantikan, dan untuk power atau bermata minus.
Saat ditemui Radar Banten di Optik Melawai Mal Serang, Jum’at (9/7), Sutejo mengatakan baik soft lens untuk kecantikan maupun untuk mata minus tidak masalah digunakan. Yang penting pemilihan lensa kontaknya harus benar.
“Konsumen harus tahu, apakah barang yang dibeli sudah izin dari POM atau belum, jika sudah berstandar dan telah izin POM, maka lensa kontak layak digunakan. Konsumen harus lebih teliti memilih, karena di luar negeri lensa kontak ada yang diperuntukan untuk hewan,” ujar Sutejo.

Maka dari itu, perlu banyak hal yang mesti diketahui konsumen sebelum membeli lensa kontak. Seperti kadar air yang baik adalah diatas 55%, ukurannya harus sesuai dengan kelengkungan mata. Maka dari itu sebelum membeli lensa kontak wajib melalui pemeriksaan terlebih dahulu.
“Ada juga beberapa lensa kontak yang kadar airnya di bawah 55%, banyak sekali optik yang menjual. Dan kebanyakan konsumen tidak begitu tahu pentingnya mengetahui kadar air, padahal ini penting sekali untuk diketahui,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu pun Sutejo menambahkan, soft lens bukan untuk mengobati mata, tidak sedikit masyarakat salah persepsi mengenai hal ini. Maka dari itu, Sutejo menegaskan lensa kontak diperuntukkan mem-back up atau hanya sebatas alat bantu penglihatan juga memagari agar minus tidak bertambah.
Itu pun tergantung dari bagaimana si pemakai merawat soft lens. Sutejo menegaskan, siapapun boleh menggunakan soft lens, baik itu hanya untuk fasion, maupun memang karena penyakit mata. Yang penting harus bisa merawat soft lens dengan baik dan benar. Karena menurutnya, hanya sebagian kecil custemernya yang mau melakukan perawatan dengan benar, akibatnya bisa fatal jika tidak melakukan perawatan. Misalnya bisa terjadi iritasi, penglihatan menjadi semakin buram, bahkan bisa menimbulkan mengurangnya kemampuan melihat. Tujuan dari perawatan lensa kontak ini ialah untuk mendapatkan lensa kontak yang selalu bersih, sehingga dapat memberikan kenyamanan, ketajaman penglihatan dan mata yang sehat bagi Anda.

Untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu, Sutejo menyarankan si pemakai melakukan perawatan dengan langkah-langkah seperti di bawah ini :
– Belilah soft lens untuk satu bulan pemakaian, ikuti sesuai aturan masa pakai soft lens
– Saat akan melepas atau memakai softlens wajib mencuci tangan kemudian keringkan
– Jangan melepas soft lens dengan menggunakan pinset. Karena pinset biasanya mengandung jamur akibat tidak dibersihkan.
– Cuci soft lens searah dengan jari tangan menggunakan cairan soft lens (solution)
– Tempat softlens sebelum dipakai wajib direndam pakai air panas untuk mensterilkan dari bakteri. Sikat, kemudian bilas dengan air solution. Ulangi langkah ini setiap satu minggu sekali
– Air solution dalam satu kemasan setelah dibuka dari segel tidak boleh digunakan setelah 90 hari
– Selama memakai softlens yang sama, tidak boleh berganti-ganti merk solution
– Kontrol ke optik setiap dua minggu, tiga bulan, dan enam bulan
– Tidak boleh menyimpan alat softlens atau memasang dan melepas soft lens di kamar mandi, karena kamar mandi merupakan tempat timbulnya jamur
Jika Anda telah siap melakukan perawatan seperti di atas, tidak ada kekhawatiran lagi bagi Anda untuk memakai softlens. Jika perawatan ini Anda lakukan dengan benar, hal-hal seperti yang telah dikatakan sebelumnya tidak akan terjadi, dan Anda akan merasa nyaman saat menggunakannya.
Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui saat dimana tidak boleh memakai softlens. Yaitu saat tidur malam, atau tidur di atas empat jam, saat renang, kecuali menggunakan kaca mata renang, saat mandi, dan saat mengendarai motor. Perlu diingat pula, lensa kontak hanya milik pribadi, artinya tidak boleh digunakan oleh siapapun kecuali diri sendiri.
Mungkin terkesan repot, tapi jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan terasa mudah. Karena merawat softlens ialah sama halnya dengan merawat mata Anda.
“Jika Anda benar-benar ingin menggunakan softlens,maka Anda harus mau melakukan perawatan ini. Karena jika tidak, akibatnya bisa berbahaya. Maka dari itu sayangi mata Anda dengan melakukan perawatan,” tutup Sutejo yang sudah sepuluh tahun bekerja di bidang optik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s