TENANGLAH DISAMPING-NYA

Teruntuk : Alm. Fityan Firdaus

KEHILANGAN.Satu kata yang membuat hati sakit sesakit-sakitnya jika mengalami hal itu. Siapapun enggan untuk kehilangan. Jangankan kehilangan orang yang amat kita sayangi, kehilangan benda berharga pun rasanya kita akan sulit menerima kenyataan pahit itu.

September lalu, tepatnya tanggal 25 September 2011. Saya baru saja kehilangan sepupu atau anak dari bibi saya. Dia Fityan Firdaus. Lelaki berusia 24 tahun, anak pertama dan memiliki tiga adik yang masih sekolah. Bisa dibilang, dia yang akan menjadi  harapan utama orangtuanya. Tapi sayang, takdir berkata lain. Harapan orang tuanya kandas setelah a Fityan berpulang ke rahmatullah. Siapapun tidak mengira a Fityan akan pergi selamanya secepat itu. Termasuk saya. Bagi saya, dia adalah sosok yang patut dibanggakan. Sepanjang hidupnya, dia tidak pernah mengecewakan orangtuanya, kuliah di UNILA dengan biaya sendiri, memiliki prestasi yang baik selama sekolah, begitupun saat kuliah dia sebagai aktivis kampus dan sebagai ketua di beberapa komunitas. Salah satunya, dia ketua regional kaskus Lampung. Makanya saya, orangtuanya, keluarga, serta teman-temannya merasa begitu kehilangan dia. Bahkan sampai saat ini pun saya masih belum menyangka a Fityan telah tiada😥

Sejak akhir Juli 2011, dia di bawa ke rumah sakit. Awalnya dia hanya mengeluh sakit perut. Tapi setelah di bawa ke rumah sakit ternyata a Fityan bermasalah dengan usus. Sehingga dokter tidak memberi ijin a Fityan pulang. Lama-lama sakitnya semakin parah. Ususnya membusuk sehingga jalan satu-satunya harus di operasi. Dengan penuh pasrah dan berserah kepada Allah, jika memang itu jalan terbaik, bibi dan paman –orangtua a Fityan- sepakat agar dilakukan tindakan operasi.

Tetapi setelah melalui operasi pertama, sama sekali tidak ada perubahan, maka dilakukan lagi operasi kedua. Tetap nihil. Kemudian di operasi lagi yang ketiga. Ternyata tindakan operasi bahkan sampai ketiga kalinya itu tidak mampu menyembuhkan sakit yang diderita a Fityan, a Fityan pun meninggal. Meninggalkan kami selamanya.😥 saya sadar dan tahu, yang menyembuhkan memang bukan dokter. Semua adalah kehendak Allah, dan mungkin inilah jalan yang telah ditakdirkan Allah untuk a Fityan. Allah yang lebih tahu apa yang akan terjadi.

Kehilangan memang menyakitkan. Sangat menyakitkan. Lama-lama dan perlahan mungkin saya mulai bisa menerima kenyataan ditinggal a Fityan yang baik, pintar, dan taat beribadah itu. Tapi yang saya dan keluarga sayangkan adalah, kenapa saya baru tahu kalau ternyata a Fityan sudah menderita sakit usus sejak bertahun-tahun lamanya. Dia memang sangat pendiam, dan saya serta keluarga telah lalai mengetahui hal itu. Saya baru tahu dia menderita penyakit usus setelah membaca catatan di facebooknya http://www.facebook.com/note.php?note_id=157844828365. Tapi, mungkin ini memang sudah jalannya. Selamat tinggal a, kebaikanmu akan selalu ku kenang. Tenanglah di sisiNYA. Aa layak menghuni Syurga, seperti arti dari namamu, Fityan Firdaus; Pemuda Syurga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s