JODOH DAN PERSAHABATAN

Lovely Firends Forever

Hari ini, Rabu 16 November 2011, saya hadir di acara pernikahan sahabat saya waktu SMA. Congratulations Ai Fatimatuzzahra yang telah resmi diperistri lelaki idamannya. Semoga awet, langgeng dan menjalin cinta yang seutuhnya cinta. Tanpa dinodai oleh hal-hal yang bisa menyebabkan perpisahan. Na’uzubillah.

Saya berangkat bersama kedua sahabat lainnya, Risa dan Sri. Kami memang bersahabat sejak SMA, tidak lama tiba di tempat pernikahan, datanglah Iyul bersama pacarnya. Kami berlima bersahabat. Saya, Sri, Risa, Ai, Iyul. Kami sama-sama aktivis sekolah. Saya Ketua OSIS, ehm jadi nggak enak. Sri Bendahara Paskibra, Risa Sekretaris Paskibra, Iyul ketua Dewan Ambalan Pramuka Putri, dan Ai wakil ketua PMR. Kebersamaan kami di organisasi sewaktu SMA yang menjadikan kami klop. Ya walaupun kadang terjadi perselisihan. Tapi hal itu tidak menyebabkan persahabatan kami kandas. I hope this friendship forever guys. Luph you :*
FYI, sebenarnya sahabat saya cukup banyak saat di SMA,teman-teman yang se-organisasi adalah teman, sahabat, bahkan telah saya anggap menjadi keluarga. Jika disebutkan satu per satu, tidak akan cukup. Yang perlu diketahui, saya bangga bisa mengenal dan menjadi bagian dari hidup kalian.

Back to Ai’s wedding. Saya bersama Risa dan Sri berangkat dari Pandeglang naik mobil kol mini. Kemudian turun di Prapatan Bojong Canar. Dari situ naik angkot ke Pagelaran, kemudian naik ojek. Perjalanan dari Pandeglang-Pagelaran lancar hanya satu seperempat jam, walaupun saat menunggu angkot yang sedikit lama. Nah setiba di Pagelaran kami sempat adu mulut dengan para ojek. Klise banget, soal tawar menawar. Mereka minta Rp. 15. 000. Kami keberatan, kenapa bisa semahal itu. Akhirnya dengan bujuk rayu (lebih tepatnya memelas), hati para tukang ojek itu luluh. Turun dua kali lipat, ceng! Jadi Rp. 7. 000. Saat di perjalanan, ya ampun ternyata wajar aja kalau si mamang ojek minta mahal. Secara jalan dari prapatan Pagelaran ke TKP cukup jauh dan akses jalannya pun luak leok, naik turun dan jalannya pun berbatu besar alias nggak di aspal, hanya beberapa daerah saja yang di aspal. Kiri kanan jalan sawah membentang. Amat sangat tidak aman melewati itu pada malam hari. Rawan begal, coy! Sempet kasian juga sih sama si mamang ojek. Tapi ya karena sudah deal, kami pun hanya membayar Rp. 7. 000 setiba di TKP.

Nah, setelah tanda tangan di buku tamu undangan, kami langsung menemui kedua mempelai yang dengan mesranya bersanding di kursi pelaminan. Pangling lihat sahabat saya itu, plus nggak nyangka juga Ai bisa mendahului kami yang masih berstatus SINGLE, -_- karena Ai adalah orang yang lebih kekanak-kanakan dari pada kami. Tapi pada akhirnya saya juga menyadari, bahwa jodoh adalah di tangan Allah. Kapan dan dengan siapa kita menikah untuk menempuh hidup bersama dalam bahtera rumah tangga, telah dituliskan oleh Allah.

Kedatangan kami disambut baik oleh keluarga Ai. Kami rasanya seperti sahabat lama yang bertahun-tahun tidak bertemu. Tapi memang benar, meski jarak kampus atau tempat tinggal kami tidak terlalu jauh satu sama lain, maksudnya masih dalam satu Provinsi, tapi karena kami memiliki kesibukkan masing-masing jadi susah untuk ketemu. Moment seperti ini sebagai salah satu ajang yang bisa mempertemukan kami.

Saat kumpul dengan Ai alias penganten, omongan kami pun panjang lebar, mulai dari curhat-curhatan kegiatan sekarang, siapa pacar masing-masing, gimana perasaan Ai saat dipinang alias dilamar, bahkan obrolan kami kembali mengenang masa-masa lalu saat di SMA, soal cinta, organisasi, semuanya! Jika tidak ingat waktu, mungkin obrolan kami tidak berhenti sampe besok paginya. Hehe.

At last, saya menulis ini hanya ingin berbagi tentang 2 hal. Yaitu tentang JODOH dan PERSAHABATAN. Bagi siapapun yang sedang galau mencari pasangan hidupnya, atau bosan karena putus-nyambung dengan si pacar, berantem melulu dengan si doi. Pada akhirnya kita akan mendampatkan pendamping hidup yang telah ditetapkan Allah kelak. Tentu saja dialah yang akan menjadi pilihan terbaik untuk kita. So, saat kita sedang menjalani hubungan, jaga hubungan itu. Genggam erat tali kasih dan sayang yang telah terjalin. Hingga Allah bisa meridhoi dengan jalan mempertemukan kita dengan pasangan yang kita cintai dalam bahtera keluarga yang bahagia. Amin.

Dan untuk persahabatan, sahabat akan selalu ada saat apapun kondisi kita. Meskipun kadang jarak yang memisahkan, tapi hati harus tetap menyatu. Peduli terhadap apa yang sahabat kita lakukan. Mendukung dan membangkitkan semangat saat sahabat down, bahagia saat melihat sahabat success.

And then, siapa yang akan menyusul Ai menikah?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s