SADISNYA BIS JURUSAN LABUAN PANDEGLANG

Semua orang pasti tahu apa jenis kendaraan umum yang memiliki bodi kotak panjang yang bisa mengantarkan setiap penumpang sampai luar kota atau luar provinsi? Bukan kereta loh. Tapi kendaraan roda empat. Yups, kendaraan itu adalah bis atau bus. Sekilas memang nggak ada yang aneh atau istimewa sekalipun tentang bis ini. Tapi kalau kamu sering bulak-balik naik bis jurusan Kali Deres-Labuan atau Serang-Labuan ini pasti akan merasakan hal yang nggak bisa dirasakan saat naik bis lainnya? Apa yang beda? Sensasinya, guys!

Bagi saya, naik bis jurusan Kali Deres – Labuan itu ibarat naik Kora-kora terus halilintar diakhiri dengan naik tornado. Pulang-pulang kepala pusing tujuh keliling. Well, terkesan lebay mungkin. Tapi ini sungguhan. Saya sudah beberapa kali bahkan sering naik bis ini. Bukan berarti saya nggak kapok. Tapi karena nggak ada pilihan lain. Rumah saya di Menes dan kampus saya di Serang, mau nggak mau saya emang harus naik bis ini. Dari rumah ke kampus bisa menghabiskan waktu dua jam. Selama dua jam itulah saya terombang-ambing di dalam bis.

Saya sering mengalami kejadian pahit saat di bis. Kena asap rokok sih sudah sangat biasa, tapi saya juga pernah jatoh lebih tepatnya terperosok di bis. Bis yang saya tumpangi penuh, sesak. Dan saya berdiri di deretan kursi paling depan. Saat si supir menginjak pedal rem dengan tiba-tiba, tubuh saya jatoh ke depan. Saat itu semua rasa campur aduk. Malu, sedih, sakit, kesal campur membaur seketika. Tapi si supir kemudian tetap saja melaju dengan cepat. Stress!  Dan hari ini, saya naik bis berawarna putih mau pulang ke Menes. Bis yang saya tumpangi penuh. Beruntung saya nggak lama berdiri, karena dapat tempat duduk di kursi tiga paling depan. Di depan saya ada bangku samping supir yang lebar itu, ada cewek duduk. Bis memang melaju kencang. Saat bis belok, si cewek itu jatoh ke samping, bahkan mental dan akhirnya terperosok juga ke pojok belakang bangku supir. Saya sebenarnya ingin tertawa (disaat penumpang lain menertawakannya) tapi saya ingat kejadian pahit yang pernah saya alami sebelumnya.

Mungkin masih banyak lagi korban-korban sperti saya dan cewek itu saat naik bis. Bahkan kadang nggak sedikit korban kecelakaan akibat bis yang selalu melaju dengan cepat itu.

Nah makanya saya bilang tadi kalau ada bis yang nggak ber-prikemanusiaan. Karena hanya bisa membuat penumpang cemas, gelisah, was-was, risih, nggak nyaman, de el el. Sebenarnya kesalahan memang bukan terletak pada bis yang tanpa dosa itu. Kesalahan ada pada para supir bisnya. Well, berikut saya uraikan satu per satu letak ke-sadis-an para bis itu :
– Ngebut. Si supir bis seolah-olah punya nyawa cadangan. Entah apa motif para si supir bis yang mayoritas selalu mengemudikan bisnya dengan kecepatan ‘kilat’ itu? Alasan yang sering saya dengar adalah BALAPAN. Oh my God. Demi kepentingan mereka nasib penumpang ada di tangan para si supir. Mereka pikir manusia punya nyawa cadangan kali ya -_-
– Ugal-ugalan. Kalau cuma ngebut tapi nggak ugal-ugalan mungkin bisa sedikit nyaman. Tapi kalau ditambah ugal-ugalan gimana mau nyaman coba? Padahal IMHO, saat kita naik kendaraam ibaratnya sedang transaksi jual beli. Kita sebagai pembeli. Dan pembeli adalah raja. Begitu juga penumpang, penumpang adalah raja. Jadi harusnya bikinlag si penumpang itu nyaman, bukan malah ngerasa nggak aman? -_-
– Banyak perokok, pengamen dan asongan. Ini mungkin udah jadi pemandangan biasa. Selang beberapa menit pedagang asongan atau pengamen datang silih berganti. Mulai dari pedagang tahu, rokok, minuman, tisu, dan lain lain. Para pengamen juga mulai dari pengamen bocah ingusan, anak muda gaul bertindik di idung kuping dan lidah, sampai bapak-bapak. Ini sebenarnya mengganggu penumpang. Tapi mengingat tingkat pengangguran yang masih tinggi, apa mau dikata? Apalagi nggak ada solusi dari pemerintah dalam hal ini. -_-
– Tarif nggak tetap. Kalau bilang mahasiswa/OSIS ongkos masih bisa murah. Ini menguntungkan buat kantong pelajar/mahasiswa. Tapi kalau umum, ongkosnya mahal. Padahal sama-sama satu arah.😀 apalagi kalau menjelang lebaran atau tahun baru, gileeee ongkos naik bisa sampai empat kali lipat. Suer, nggak pake bohong.

Entah siapa yang harus bertanggung jawab menangani hal ini. Yang pasti, yang telah saya alami sejak lama sampai sekarang, pemandangan dan pengalaman di bis masih seperti ini. Bagaimana pengalamanmu di bis?

5 responses to “SADISNYA BIS JURUSAN LABUAN PANDEGLANG

  1. ati2 neng klo bikin artikel tuk kritik klo bs nama samarn biar g ky kasus bunda prita d RS internasional tgr ntuh…….

    yah saya jg kadang suka kesel, klo balapan d TOL sih mending nih jln dah sempit tanjakan plus tikungan dket jurang msih tancap jg mang sedeng tuh Supir na………….

  2. Ini bukan masalah saat ini aja soalnya pak. udah lama kayak gini. dan saya pun bingung harus mengadu pada siapa. akhirnya saya cuma bisa nulis (tepatnya : curhat) di blog aja. kalau tetap dibiarkan kendaraan umum seperti itu, resikonya keselamatanpenumpang. selama masih bisa “pelan-pelan asal selamat” ngapain harus kebut2an dan ugal-ugalan, toh rizki mah udah ada yg ngatur,

    kan ga sedikit juga yg jadi korban akibat ugal-ugalan

  3. Tapi emang bener kok itu bis Jurusan Labuan – X deres harus ditindak cepat…dinas perhubungannya perlu memberi sanksi tegas.terutama masalah tarif saat menjelang hari raya seenaknya main tembak. dan curang para kernetnya..bahkan klo qt ksi ongkos lbh gk jujur, dn itu berlangsung puluhan tahun tauuuu….Hmmmm…mkanya jgn salah klo d jkt via x deres labuan pasti terjadi cekcok Penumpang VS kernet2 nakal…

  4. benear semua yang dah diceritakan gw pun pernah merasakan nya bahkan waktu itu bus yang saya tumpangi menabrak pengendara motor hingga tewas di tempat lokasinya sebelum saketi yang jalurnya lurus yang kiri kanannya ada sawah dan patokannya ada talang> hati hati bro kendekturnya klo narikin ongkos gilee mahal banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s