Idul Adha di Negeri Kanguru

Selesai solat Ied

Selesai solat Ied

Gak kebayang sebelumnya kalau tahun ini bakal lebaran Idul Adha di negeri orang. Biasanya saat yang paling ditunggu-tunggu waktu lebaran tiba adalah kumpul bareng keluarga, bagi-bagi angpau, silaturahmi ke rumah kerabat dan tetangga, lihat pemuda kampung potong hewan kurban terus dibagiin ke masyarakat yang berhak. But kali ini, gak merasakan semua itu. Beda. Gak ada orang tua, gak ada bagi-bagi angpau, gak ada soto, gak ada rendang. Pokoknya beda!
***
Selasa, 15 Oktober 2013, AIYEPers yang beragama Islam, aku, Beni, Rizkur, Jasmal, Yani, Sigit, Arif, Ilin, Nurul, Rahma, Danti dan Wenny, jam 6. 15 am udah bergegas keluar dari tempat penginapan YHA untuk solat Idul Adha di Tempe. (Ssst, ini bukan tempe bacem, bukan juga oreg tempe atau opor tempe). Di Sydney, Tempe adalah nama tempat dimana banyak dihuni oleh orang Indonesia. Kami diantar oleh Randy, cowok sipit asal Pangkal Pinang yang udah 4 tahun studi di Oz. Dia yang menjadi guide kami. He is realy nice guy.
Setelah kumpul di lobby, aku dan teman-teman berjalan kaki sekitar tujuh menit ke stasiun namanya Central Station untuk membeli tiket kereta menuju Tempe. Kekatroan muncul saat membeli tiket. Di sini kita bisa mengambil tiket tanpa dilayani manusia. Melainkan dilayani mesin. Untungnya ada Randy yang memberikan petunjuk dan memberikan pencerahan ketidaktahuan kami akan fungsi mesin itu. Dia ngajarin gimana caranya beli tiket di mesin itu. Canggih! Itu yang pertama kali ada dalam benak. Gak perlu lama-lama antri di loket untuk dapatin selembar tiket. Setelah dapat, lagsung lah kami menuju pemberhentian kereta. Nunggu beberapa menit, kereta akhirnya muncul dan siap mengantarkan kami ke Tempe hanya dengan waktu 15 menit.

Tiba di lapangan, memang bisa dibilang hampir 100% orang Indonesia. Kebanyakan mereka dari daerah minang. Selesai solat, seperti halnya di Indonesia, kami mendengarkan ceramah dan salam-salaman. Hiks, rasanya ingin sekali bisa mencium punggung tangan dan memeluk tubuh orang tua yang ada di Indonesia.
Selesai salam-salaman, kita mendapat makanan ringan yang isinya combro, kurma dan bolu. Alhamdulillah, masih bisa menemukan makanan Indonesia kayak combro. Gak kenyang dengan snack yang dikasih panitia solat Ied, Ilin berinisiatif membeli sate padang yang di jual di sisi lapangan. Dengan mengeluarkan kocek 8 dollars, satu porsi sate padang siap disantap buat dimakanan bersama😀
***
Honestly, Idul Adha yang terasa hambar tanpa orang tua dan keluarga. Tapi, ini lah kenyataan yang ada. Untungnya, masih ada keluarga baru yang nemenin. Yaitu AIYEP. Keluarga baru ku yang sangat unik. Ya…. unik! Karena kami berasal dari daerah berbeda, dan punya karakter, kebiasaan dan sifat yang beda pula. So, Idul Adha kali ini, meski sepi tapi unik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s