Kesan Pertama di Rumah Keluarga Angkat Australia

Sabtu, 19 Oktober 2013.

Deg-degan! Harap-harap cemas  menghantuiku pagi ini. Kenapa? Karena… hari ini adalah hari terakhir di YHA, setelah selama enam hari menginap di sini untuk mengikuti orientasi. It means, hari ini akan ketemu dengan orang tua angkat. Keluarga baru ku selama di Sydney. Baik gak ya, bakal nerima aku gak ya, galak gak ya, anak-anaknya baik gak ya, dan pertanyaan lain yang terbesit. Ah entahlah.

***

Jam 9 pagi,  aku dan teman-teman kumpul di conference room untuk menanti jemputan orang tua angkat masing-masing.  Dan tepat jam 9, seseorang berkulit putih, menggunakan rok pendek jeans selutut, pakai kemeja pendek berwarna merah dipadukan dengan sepatu flat merah, sudah menanti di lobby YHA. Dia Melanie, yang akan jadi ibu angkatku. Melanie seorang produser TV di Special Broadcasting Service (SBS). Suaminya bernama Max dan punya dua anak, Amalia 8 tahun dan Andre 6 tahun. Keluarga mereka tinggal di Marrickville. Kesan pertama ketemu, Melanie orang yang sangat baik dan ramah. Senang rasanya🙂

Oya, Melanie juga pandai berbahasa Indonesia. Beliau pernah jadi wartawan Djakarta Post selama dua tahun. Jadi kekhawatiranku soal missunderstanding karena bahasa jadi hilang. ^^

Perjalanan dari YHA ke Marrickville sekitar lima belas menit menggunakan mobil pribadi. Melanie bilang, saat itu dia pakai mobil kantor suaminya. Setiba di depan rumah Melanie, aku disambut dengan secarcik kertas di dinding bertuliskan “Selamat datang Zahara, we are happy to have you here” ah rasanya senang bukan kepalang. Terharu! Dalam kertas itu juga ada gambar bunga cantik yang dibuat Amalia. Thanx dear🙂

Ini dia hasil karya Amalia :)

Ini dia hasil karya Amalia🙂 Kertas ini ditempel di dinding depan rumah

IMG-20131023-01846

Lorong setelah pintu utama

Ruang TV, Ruang kerja, kamar mandi dan dapur nyambung

Ruang TV, Ruang kerja, kamar mandi dan dapur nyambung

Begitu masuk ke dalam rumah, agak heran  juga karena beda dengan rumah orang-orang Indonesia pada umumnya. Kalau di Indonesia biasanya ruang tamu setelah pintu utama. Nah kalau di rumah Melanie, begitu masuk dari pintu utama, langsung masuk ke seperti lorong yang di setiap kiri kanan nya ada dua kamar tidur. Melanie langsung menunjukan kamarku yang terletak di sebelah kanan kamar kedua setelah pintu utama. Berhadap-hadapan dengan kamar Andre. Kamar yang cukup luas buat dihuni seorang diri. Rumah Melanie sangat nyaman, bersih dan rapih. Setelah lorong yang disisi kiri-kanannya kamar, ada ruangan besar yang isinya ruang tv, kamar mandi, dapur dan ruang kerja. Di belakang rumahnya ada taman tempat bermain Amalia dan Andre dan ada juga gudang. Di belakang rumah itu pula aku ketemu dengan Amalia dan Andre yang sedang bermain, ada juga Max yang sedang membetulkan sepeda Andre. I had a warm welcoming from them.

Sydney-20131019-01813

Aku, Amalia and Andre

Aku langsung meletakkan barang bawaan di kamarku. Lalu pergi ke dapur menemui Melanie untuk menanyakan aturan di rumah. What i have to and what i don’t have to do in this home. Melanie bilang aku bebas menggunakan apapun dan makan apapun yang ada di kulkas. Dia juga langsung memberi kunci pintu utama. “Here’s is the key. You can come and go whenever you want.” She said. I think how lucky i am. Thanx God. 

***

Setelah beres-beres pakaian di kamar, Melanie mengajak aku jalan. Kami jalan ke daerah pertokoan di sekitar Marrickville. Pertama ke ATM, lalu aku mengantar Andre ke toko rental film dan game, terus ke toko Yoghurt, aku pilih coconut Yoghurt, setelah itu mampir ke toko yang menjual asesoris pesta. Karena Melanie bilang, akan ada pesta Hallowen di sekolah Amalia. Dari rumah Melanie ke pertokoan jalan kaki sekitar 15 menit. Untungnya udah biasa jalan selama orientasi bareng Deane.

Perjalanan belum selesai, begitu sampai rumah, langsung ke rumah Oma Marty. Beliau adalah ibu Melanie, neneknya Amalia dan Andre. Di tempat Oma Marty juga ada temanku  yang “mengungsi” disana. Mereka adalah trio wekwek Victor, Wenny dan Amah. Sumpah rumah Oma keren begete! Keren banget! Berasa banget suasana rumah ala-ala baratnya. Terus di belakang rumah Oma juga ada taman dan kolam renangnya. Getting the perfect homestay deh si trio wekwek ini.😀

Di rumah Oma Marty, kami makan siang bersama. Menu makannya gak enak! I’m sorry to say Oma. Ini semua bukan salahku, tapi salah lidahku yang gak biasa makan makanan begitu.😀
Menu makanannya kalau gak bener, ada roti gandum, ikan salmon mentah, telor rebus, lalapan timun dan tomat, mayonaise, mentega, dan beberapa makanan lain yang aku lupa namanya. Coba bayangin, gimana rasanya kombinasi dari makan-makanan itu?😀
Selama makan siang, kami ngobrol-ngobrol tentang latar belakang kami masing-masing, tentang daerah kami, latar belakang pendidikan kami, da lain-lain. Oma asik kalau ngobrol, dan Oma juga orang hebat. Beliau guru bahasa inggris, dan udah keliling ke beberapa negara. Almarhum suami Oma, pernah jadi Kedubes Australia di Indonesia tahun 80-an. Yang aku banggakan, meski Oma udah keliling beberapa negara, di rumahnya lebih banyak diisi oleh pernak-pernik Indonesia. Di dapur misalnya ada kain batik yang ditata sedemikian rapi terbentang di dinding, di atasnya ada wayang, di ruang kerja Oma ada lukisan Bali, dan masih banyak benda-benda Indonesia yang mejeng di rumah Oma.  Amazing!

Setelah makan siang, kami pergi ke sebuah pameran Rockdale Yellow House. Disana banyak lukisan karya seorang seniman terkenal di Australia, George Gittoes. Ini dia beberapa lukisannya :

George told about war in his painting

George told about war in his painting

IMG_3978 IMG_3970

Pulang dari pameran lukisan, aku dan keluarga Melanie pulang ke Marrickville. Lelah sekali rasanya. Dan aku segera   menganyam bulu mata sambil bersyukur……. betapa indahnya hari pertama. Hope tomorrow will be better! Night and nice dream🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s