From Marrickville Festival To Bondi Beach

Minggu, 20 Oktober 2013

Bbbbrrrr!!! Udara dingin menusuk setiap pori dalam tubuhku. “Aih! Ini dimana?” Setelah nyawaku terkumpul, aku tersadar kalau aku ada di rumah Melanie. Di Marrickville – Sydney! Malas rasanya beranjak dari tempat tidur, tapi alarm di handphone yang berdering di angka 05.00 menyuruhku untuk segera bangun dan solat subuh.
Selesai solat subuh, aku tidur lagi sampai jam 7. Hehehe, kebiasaan buruk di rumah nih, abis solat tidur lagi -__- tapi ya mau gimana lagi. Suasana disini juga ngedukung. Jam tujuh pagi penghuni rumah sini masih enak tidur. Apalagi hari ini hari Minggu, gak ada alasan buat mereka bangun pagi. Yasudah… mari tidur lagi😀

***

Marrickville Festival
Hari ini ternyata Melanie punya agenda buat mengantar Amalia ke Marrickville Festival. Amalia akan tampil memainkan alat musik dan paduan suara jam sebelas. Aku, Melanie dan Amalia berangkat dari rumah jam 10. Lagi-lagi jalan kaki, dan kali ini walking rush. Karena Melanie gak mau Amalia datang terlambat. Hari ini hari spesial buat Amalia.
Tiba di Marrickville Festival, udah ada beberapa performances. Kayak nari balet, bellydance, dan taekwondo, nah tepat jam sebelas, it’s time to Amalia and her group’s turn. Di sana, aku bertemu dengan Katerina, dia peserta AIYEP dari Australia, bahasa Indonesia doi juga keren abis. Secara ibunya dari Bali dan dia bilang pernah stay di Jogja selama penelitian skripsinya. Dari Katerina, aku tahu kalau Marrickville Festival ini acara tahunan. Masyarakat Marrickville dari kalangan anak sekolah sampe ibu-ibu tampil. Nah para bellydancers ini isinya emak-emak. Tapi mereka tetep PD dan tampil seksi! Selain ketemu Katerina, disana juga aku ketemu Oma Marty yang juga memboyong trio wekwek Victor, Wenny dan Rahma.

Tae kwondo

Tae kwondo

Itu dia Amalia yang pakai bandu

Itu dia Amalia yang pakai bandu

Ibu-ibu nari bellydance, so sexy!

Ibu-ibu nari bellydance, so sexy!

Tetiba isi perut bunyi, pertanda minta diisi. Di depan stage banyak berjejeran restoran dan cafe. Aku, Oma, Victor, Wenny dan Rahma pesan makan. Aku pesan masakan Indonesia, nasi goreng. Seporsi Rp. 130 ribu. Fyuhhh…. kalau perut udah teriak, makanan mahal juga dihajar. Ya, bagi ku itu mahal. Jleb banget rasanya seratus rebu buat sepiring nasi. Di Indonesia seratus rebu bisa buat makan warteg seminggu. Emang jangan di convert ke rupiah kalau gak mau sakit hati.
Selesai makan, kami pulang. Oma dengan para trio wekwek, aku juga pulang bareng Melanie, Amalia dan Andre. Sebelum pulang, kami nonton pertunjukan band yang isinya bocah-bocah kisaran 10-15 tahun. Kami pulang jalan kaki (lagi).

Bondi Beach
Selesai ikut Marrickville Festival, aku kira bisa tidur dulu. Tapi ternyata gak! Hadeeeh mata udah sepet ngantuknya setengah mampus. Setiba di rumah, kami langsung ke Bondi Beach. Berangkat dua mobil, mobil Oma dan mobil Melanie. Ada waktu sekitar 30 menit dari kediaman Melanie menuju Bondi Beach, aku minta ijin kepada Melanie untuk tidur selama perjalanan.
Dan, guess what? Ketika aku terbangun, keindahan dunia tampak di depan mata. Bondi Beach! Meski ribuan manusia “tumpah” di pantai yang sangat populer di Sydney ini, Bondi Beach sangat menawan di mataku. Bersih, lahan parkir rapi dan luas, dan hamparan pasir halus keemasan membentang di sepanjang pantai. Aku menikmati setiap hembusan angin yang menyentuh kulitku. Sejuk! Ah, terima kasih Tuhan atas nikmatMu hari ini.

Bondi Beach (baca: Bondai Beach)

Bondi Beach (baca: Bondai Beach)

Gak narsis gak eksis😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s