Catatan Perjalanan Ke Singapura-Malaysia #Part 1

Ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri sendirian. Perjalanan ini menjadi pengalaman baru bagi hidup saya. Era sekarang tampaknya lagi nge-hit banget sama yang namanya backpacking. Maka timbulah istilah backpacker buat orang yang melakukan backpacking, and perhaps I am a newbie backpacker. As long as I know, backpacking-an itu jalan-jalan yang semua bekal dan perlengkapannya dimasukkan ke dalam tas ransel, tas gendong atau sejenisnya. Tanpa koper seperti layaknya traveling biasa. Dan biasanya ini berlaku buat orang yang hobi jalan dengan keterbatasan waktu dan biaya.😀

Tujuan perjalanan backpack pertama kalinya ini ke Singapura dan Malaysia selama lima hari. Yaitu pada 11-15 Maret 2014. Rasa khawatir dan cemas sempat menghantui saya, karena saya hanya berangkat sendirian ke negeri orang. Bermodal tekad, keyakinan, dan semua persiapan yang membuat langkah ini tetap maju. “Saya bisa!”

***

Singapore, I’m Coming!

Hari pertama. Selasa, 11 Maret 2014

Saya tiba di bandara Soetta sekitar jam 9 pagi. Pesawat saya take off jam 11.15 WIB. Lebih baik menunggu lama di bandara daripada mepet-mepet waktu ke jadwal berangkat. Apalagi buat saya yang baru pertama kalinya mengurus perjalanan sendiri, yang masih awam sama masalah ini itu di bandara. Setiba di bandara, saya check in, lalu ke bagian imigrasi, dan menunggu di ruang tunggu keberangkatan. Pastikan saat chek in siapkan KTP dan biaya airport tax Rp. 150.000. (Tapi baru-baru ini dengar kabar bahwa airport tax udah disatukan ke harga tiket pesawat, saya belum tau pasti). Saat di bagian imigrasi, tetap stay cool, jangan panik selama kita yakin nggak ada masalah dengan diri kita. Biasanya pas di bagian imigrasi ditanya-tanya kayak tujuan kita ke negara tujuan mau ngapain, berapa lama, dan lain sebagainya. Nah setelah selsai semuanya, tinggal duduk manis deh di ruang tunggu keberangkatan.

Saya menggunakan maskapai Lion Air. Not really bad kok pesawatnya. Tepat pukul 11. 15 WIB, pesawat pun mengangkut para penumpang tujuan Singapura. Bismillah…. Spore, I’m coming! ^^

Saya tiba di Changi International Airport pukul 13.10 Waktu Singapura. Demi apapun ini bandara bagus dan gede banget. Saya sempat keder harus kemana setelah tiba di ruang kedatangan. Untungnya, banyak juga orang Indonesia yang emang satu pesawat dengan saya. Jadi saya ikut mereka aja sambil tetep merhatiin papan petunjuk. But you know what, ternyata benar apa yang orang bilang tentang bandar udara Singapur ini. Ketat, man! Lepas jaket, lepas sepatu dan petugasnya juga (tampak) nyeremin… ya walau nggak semuanya. Tapi ya itu tadi, tetep stay cool kalau emang kita nggak neko-neko. Intinya jangan bersikap hal yang mencurigakan. Di Changi, setibanya kita di arrival room, kita harus naik skytrain untuk menuju terminal 2.

Banyak taman di  Changi International Airport

Banyak taman di Changi International Airport

Saya juga langsung beli kartu Ezlink di bandara, yaitu e-ticket buat naik train di Singapur. Jadi saya langsung menuju train station yang ada di bandara untuk menuju wilayah tempat penginapan saya berada. Saya sebelumnya udah booking penginapan di kawasan Little India. Sekitar kurang lebih 30 menit dari bandara naik train.
Tiba di stasiun Little India, saya kembali bingung kemana saya harus melangkahkan kaki untuk mencari penginapan. Lalu saya melangkah ke arah kanan, biasanya yang kanan itu yang baik. Begitulah pikir saya. Tapi setelah bertanya sama seseorang, saya salah arah…. Harusnya ke kiri😀 kurang lebih sekitar 15 menit saya jalan kaki untuk menemukan tempat penginapan. Dan akhirnya sampai juga. Saya nginap di Kawan Hostel. Penginapan yang lumayan cocok buat backpacker. Setelah istirahat sekitar 15 menit, saya mulai melakukan perjalanan mengunjungi beberapa tempat wisata.
Dari stasiun Little India, saya meluncur ke Marina Bay. Tiba disana saya keliling jalan kaki menuju Esplanade alias gedung duren, Singapore River, dan tentunya dan yang pasti, akhirnya saya menginjakan kaki juga di Merlion sebagai ikon negara Singapura ini. Hwaaaa senang sekali rasanya…… oya, jangan lupa beli es potong yang biasanya mangkal di kawasan itu. Es potong ini salah satu jajanan khas Singapur, harganya SG 1,5.

Narsis depan Kereta nyangkut di gedung.

Narsis depan Kereta nyangkut di gedung

Makan es potong di depan gedung duren

Makan es potong di depan gedung duren

Merlion, ikon negara Singapura

Merlion, ikon negara Singapura

Setelah puas keliling-keliling dan mengabadikan diri berselfie ria di setiap sudut tempat-tempat terkenal itu, saya lanjutkan perjalanan ke Bugis Village, disana sebagai tempat salah satu pusat belanja oleh-oleh. Meskipun anak backpacker yang jalan-jalan dengan budget limit, jangan lupa juga buat beli oleh-oleh. Ya secukupnya aja yang bisa dimasukin ke tas ransel.🙂 Puas liat-liat dan belanja secukupnya, saya langsung kembali ke penginapan.

Bersambung………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s