Catatan Perjalanan Ke Singapura-Malaysia #Part 2

Malaysia, I’m Coming!

Hari Kedua. Rabu, 12 Maret 2014

Ketika saya sarapan, saya ketemu dengan orang Indonesia. Mereka suami istri lagi backpacking-an juga ke Singapura-Malaysia. Ditemani dengan setangkup roti dan secangkir teh manis, saya ngobrol-ngobrol dengan mereka. Dan ternyata kita punya rencana destinasi yang sama yang akan didatengin hari ini. Yaitu ke Sentosa Island. Akhirnya kita sepakat untuk pergi bersama.

Jam 10 pagi, saya ke luar hostel setelah sekalian check out. Karena sepulang dari keliling-keliling hari ini di Singapura, saya akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Dari Little India ke Sentosa Island, saya masih menggunakan moda transportasi yang sama, yaitu MRT. Untuk menuju ke Sentosa Island, turun di Stasiun Harbourfront lalu jalan kaki ke mall Vivo City sebagai akses utama untuk menuju ke Sentosa Island. Dari Vivo City, kita beli tiket lagi buat naik skytrain yang akan mengantarkan kita ke Sentosa Island. Tapi buat pengguna Ezlink, nggak perlu beli tiket lagi. Di sekitaran sini juga banyak spot-spot menarik yang sayang banget kalau nggak diabadikan. So, sebelum menuju Vivo City, saya barengan sama sepasang suami istri itu foto-foto dulu deh. Cheeerrss ^^

Ketemu sama backpacker lain asal Indonesia

Ketemu sama backpacker lain asal Indonesia

IMG_6661

Depan Harbour Front, akses ke Sentosa Island

IMG_0076

Sebenarnya di Sentosa Island banyak banget tempat-tempat wisata menarik yang bisa kita datangi. Biasanya ada paket-paket yang ditawarkan juga buat para pengunjung. Tapi saya hanya mengunjungi satu destinasi aja, yaitu ke Universal Studio Singaporem (USS) yaitu bola dunia raksasa. Nah ini juga salah duanya (salah satunya Merlion) ikon yang dibanggakan Singapura! Uwoooww…..

Selesai keliling sekitaran USS, saya melanjutkan perjalanan ke Mustafa. Di kawasan ini juga banyak tempat belanja dan juga tempat makan. Makanan halal banyak tersebar di wilayah ini. Tapi kalau buat beli oleh-oleh, harganya lebih miring di Bugis Village, itu menurut saya. Saya juga sempat mengunjungi City Square Mall hanya sekedar window shopping, hahaha miris sekali. Nggak begitu lama saya di ada disini, karena saya harus segera kembali ke bandara Changi untuk melanjutkan trip ke Malaysia. Dari Singapur ke Malaysia, saya menggunakan maskapai Tiger Air.

IMG_0082

Pesawat take off pukul 17.51 Waktu Singapur. Saya tiba di bandara sekitar pukul 16.00. Tiba di Kuala Lumpur International Airport pukul 18.51 Waktu Malaysia, penerbangan hanya sekitar 1 jam. Setelah minta peta dari bagian pusat informasi, saya menuju bis yang akan mengantar penumpang ke KL Center. Perjalanan dari bandara menuju pusat kota lumayan lama, yaitu satu jam. Karena saya cukup lelah saat itu, sepanjang perjalanan di bis saya tidur. ZZZZZzzzzzz……

Akhirnya, sampai juga di kota Kuala Lumpur. Jam sudah menunjukan pukul 20.00 Waktu Malaysia. Lumayan udah malam juga, tapi saya belum tau dimana tempat penginapan saya berada. Saya booking hostel Matahari Lodge di kawasan Pasar Seni. Turun dari bis, saya jalan kaki untuk menemukan tempat penginapan. Disana banyak ojek dan taksi juga yang menawarkan diri untuk mengantar. Perasaan takut menghantui, karena setelah saya melakukan “pengamatan” di dunia gugel, saya mendengar kabar miring bahwa orang-orang di negeri jiran ini kurang begitu bersahabat. Apalagi kalau tau kita orang Indonesia. Mereka suka jahil. Begitu kabarnya…. Makanya saya serada takut dan cemas juga sebenarnya pas sampai di KL. Apalagi, pas turun dari bis, saya diikuti sama pemuda yang mengaku sebagai tukang ojek dan dia bisa bahasa indonesia karena katanya dia pernah kerja di Jakarta di Tanjung Periok. Saya menolak dengan seramah mungkin biar dia nggak perlu nganterin saya. Akhirnya dia mundur juga…. Fyuuhh….

Sekitar 10 menit jalan kaki, saya buka ransel saya untuk mengambil alamat tempat penginapan. Setelah dicari, ternyata nggak ada. Paspor saya juga nggak ada! Alamaaakkkk….. mateeee!!!! Saya berusaha untuk nggak panik. Lalu saya teringat, bahwa alamat penginapan disimpan di dalam map yang juga ada paspor, peta dan tiket pesawat. Dan semuanya itu ketinggalan di bis!! Ya Allah, help me!

Saya lari kembali menuju tempat bis berhenti. Saya melewati sekumpulan pemuda lagi yang mengaku sebagai tukang ojek. Dan lagi-lagi si pemuda yang ngaku pernah kerja di Jakarta itu menghampiri. “Maaf bang saya buru-buru, paspor saya ketinggalan di bis,” saya lari lagi tapi sempat mendengar ocehan pemuda itu yang bilang, “hahaha… makanya jangan sok tau! Mau dianterin aja belagu!” sebodo! Saya nggak peduliin omongan itu, yang penting saya bisa menemukan paspor!

“Bagaimana kalau paspor itu beneran hilang? Bagaimana nasib saya disini? Saya nggak bisa pulang dong! Masa iya saya jadi TKI Ilegal? Saya nginep dimana malam ini?” Selama lari, begitulah kekacauan isi kepala saya. Sambil terus-terusan dibarengi doa agar paspor itu masih bisa diselamatkan.

Alhamdulillah………Allah mengabulkan doa saya. Saya bisa bernafas lega ketika melihat map berisi paspor dan berkas lainnya masih tersimpan di jok tempat saya duduk. “Hati-hati lah dek, hampir saja bis ini kembali lagi ke bandara… langsung simpan paspor tu ke dalam tas!” Supir bis mengingatkan saya. Thanks, bang!

Setelah saya ingat-ingat kembali, saya menyimpan map itu di jok sebelah saya. Lalu saya simpan tas ransel saya diatasnya. Jadi map itu ketimpa tas ransel. Begitu sampai, saya hanya mengambil tas ransel dan nggak liat lagi kalau ada map di bawah tas. Saya pikir map itu ada di dalam tas…. Ahh ceroboh pisan saya ini >_<

Lalu saya kembali melanjutkan perjalanan mencari alamat penginapan. Tanya sana-sini, hasilnya nihil. Sampai akhirnya saya bertemu dengan bule entah namanya siapa, asal darimana juga saya lupa, yang sama-sama mencari hostel yang sama dengan saya. Dia juga udah keliling-keliling nyari alamatnya nggak ketemu-ketemu. Akhirnya kita cari bareng-bareng. Selama kurang lebih setengah jam jalan kaki mencari, ketemu juga itu si Matahari Lodge. Ya ampun, tempatnya nyempil banget emang. Cuma ruko kecil dan plang nama hostelnya juga kecil. Wajarlah kalau susah dicari, apalagi malam-malam begini. Pas chek in, saya komplen ke resepsionisnya kalau hostelnya ini susah diakses ditambah dengan plang yang kecil nyaris nggak keliatan. -___-

Selesai check in, saya menuju kamar, bersih-bersih, shalat, dan bobok. Capek sekali. Zzzzzzz

Bersambung………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s